Bahan Pewarna Yang Disarankan Untuk Dipakai Dalam Produk Makanan dan Minuman

Yon Triyono – Memilih bahan pewarna yang disarankan untuk produk makanan dan minuman tidak boleh asal pilih. Artikel ini merangkum pewarna alami dan sintetik food grade yang aman. Kamu juga akan tahu cara memilih dan menerapkannya dengan tepat.

Apa Itu Pewarna Makanan dan Kenapa Penting

Pewarna makanan adalah zat tambahan pangan (BTP) yang mengubah atau memperkuat warna produk. Fungsinya membuat makanan dan minuman terlihat lebih menarik di mata konsumen.

Bayangkan es krim tanpa warna, rasanya tetap manis tapi terlihat pucat dan kurang menggugah selera. Di sinilah pigmen makanan berperan membangun kesan pertama sebelum produk dicicipi.

Pewarna Alami yang Disarankan untuk Makanan dan Minuman

Pewarna alami diambil langsung dari tumbuhan, jadi lebih aman untuk tubuh. BPOM juga merekomendasikan jenis ini untuk produk pangan sehari-hari.

Rasanya seperti memasak ala rumahan: kunyit untuk nasi kuning, daun suji untuk kue klepon. Dapur tradisional Indonesia sebenarnya sudah lama jadi laboratorium pewarna alami.

Nama Pewarna AlamiSumberWarna yang Dihasilkan
KurkuminKunyitKuning
KlorofilDaun suji / daun pandanHijau
KaramelGula yang dipanaskanCokelat
AntosianinBuah beri, bunga telang, rosellaUngu, biru, merah
Beta-karotenWortel, pepayaOranye
Karmin / ekstrak cochinealSerangga cochinealMerah
Merah bitUmbi bitMerah keunguan
RiboflavinFermentasi mikrobaKuning cerah

Pewarna Sintetik yang Diizinkan BPOM untuk Produk Pangan

Pewarna sintetik yang diizinkan BPOM tetap aman selama dipakai dalam batas wajar. Jenis ini populer karena warnanya stabil dan tahan proses pemanasan.

Harganya pun lebih ramah di kantong dibanding pewarna alami. Banyak produsen minuman kemasan dan permen mengandalkan jenis ini supaya warna tetap konsisten di setiap batch produksi.

Nama Pewarna SintetikWarnaContoh Produk
TartrazinKuningMinuman ringan, permen
Merah AlluraMerahMinuman, kue, makanan olahan
Ponceau 4RMerahProduk olahan daging, permen
Indigotin (Indigo Carmine)BiruPermen, minuman
Hijau FCFHijauPermen, minuman
Cokelat HTCokelatProduk cokelat, kue panggang

Pewarna Buatan Food Grade vs Pewarna yang Dilarang

Pewarna buatan food grade sudah lolos uji keamanan BPOM, sementara pewarna tekstil tidak pernah diuji untuk dikonsumsi. Bedanya krusial, meski warnanya bisa terlihat mirip.

Kasus klasik ada pada jajanan pasar berwarna merah menyala. Produsen nakal kadang memakai pewarna tekstil karena harganya murah, padahal risikonya besar bagi kesehatan.

  • Rhodamin B: pewarna tekstil merah, dilarang keras untuk pangan
  • Methanyl Yellow: pewarna tekstil kuning, juga dilarang keras untuk pangan
  • Ciri produk berisiko: warna terlalu mencolok dan tidak merata
  • Selalu cek label “food grade” atau nomor izin edar BPOM di kemasan

Aturan BPOM soal Zat Tambahan Pangan (BTP) Pewarna

Aturan utamanya ada di Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan. Regulasi ini mengatur batas maksimum dan jenis pewarna yang boleh dipakai.

Buat pelaku usaha baru, aturan ini kadang terasa rumit dan bikin pusing. Padahal, memahaminya sejak awal justru menghindarkan produk dari masalah hukum di kemudian hari.

  • Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019: payung hukum utama BTP pewarna
  • Lampiran I: daftar lengkap pewarna alami dan sintetik yang diizinkan
  • Batas maksimum penggunaan wajib dipatuhi, tidak boleh asal takar
  • Pelanggaran bisa kena sanksi administratif sampai pidana (Pasal 136 UU Pangan)
  • Sebelum menentukan pewarna, lakukan dulu riset produk agar formulasi dan kepatuhan regulasi berjalan beriringan

Cara Memilih Pigmen Makanan yang Tepat untuk Produkmu

Memilih pigmen makanan yang tepat tergantung pada jenis produk dan target pasarmu. Produk premium biasanya cocok dengan pewarna alami.

Misalnya, kamu jualan kue artisan untuk pasar menengah atas. Pewarna alami dari bunga telang bisa jadi nilai jual, sekaligus memperkuat positioning produk sebagai brand yang natural dan premium.

  • Produk premium atau organik: pilih pewarna alami
  • Produk massal dengan harga terjangkau: pewarna sintetik food grade lebih efisien
  • Produk yang sering dipanaskan: pewarna sintetik lebih tahan suhu tinggi
  • Produk anak-anak: utamakan pewarna alami demi keamanan jangka panjang
  • Selalu cocokkan dengan branding produk makanan yang sudah kamu bangun

Tips Menerapkan Pewarna Food Grade agar Produk Tetap Aman

Menerapkan pewarna food grade butuh takaran yang presisi, bukan sekadar kira-kira. Terlalu banyak justru bisa mengubah rasa dan tekstur produk.

Sama seperti bumbu dapur, sedikit saja sudah cukup mengubah segalanya. Uji coba skala kecil dulu sebelum produksi massal supaya hasilnya konsisten dan tidak boros bahan.

  • Ikuti takaran sesuai batas maksimum BPOM, jangan melebihi
  • Lakukan uji coba kecil sebelum produksi massal
  • Simpan pewarna di tempat sejuk agar kualitasnya terjaga
  • Dokumentasikan formulasi agar warna konsisten di setiap batch
  • Pamerkan hasil warna menarik lewat foto produk, misalnya lewat Instagram untuk bisnis agar calon pembeli tertarik
  • Jika jualan online, padukan dengan strategi digital marketing toko online supaya visual warna produk makin maksimal

FAQ

Apa pewarna makanan yang paling aman?

Pewarna alami seperti kurkumin dan beta-karoten tergolong paling aman karena berasal dari tumbuhan.

Apakah pewarna sintetik boleh dipakai untuk makanan?

Boleh, selama jenisnya tercantum dalam daftar izin BPOM dan tidak melebihi batas maksimum.

Bagaimana cara membedakan pewarna food grade dan pewarna tekstil?

Cek label kemasan, nomor izin edar BPOM, dan hindari warna yang terlalu mencolok tidak wajar.

Apa itu zat tambahan pangan (BTP)?

BTP adalah bahan yang sengaja ditambahkan ke makanan untuk tujuan teknologi, termasuk pewarna.

Dimana bisa membeli pewarna makanan food grade?

Beli dari distributor resmi bahan baku pangan yang mencantumkan sertifikat food grade dan izin edar.

Referensi:

  • halalmui.org – Ternyata Ada Unsur Haram di Balik Warna-Warni Makanan
  • smartlegal.id – Daftar Pewarna Makanan Buatan Tidak Diizinkan oleh BPOM
  • halodoc.com – Pewarna Sintetis: Jenis, Keunggulan, dan Perhatian

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top