Ada merek yang langsung terlintas di pikiran begitu kita memikirkan kebutuhan tertentu, misalnya sepatu olahraga atau minuman bersoda. Itu bukan kebetulan, melainkan hasil dari positioning brand yang dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun. Positioning brand yang kuat membuat sebuah merek jadi pilihan pertama yang muncul di benak konsumen, bahkan sebelum mereka membandingkan pilihan lain. Artikel ini membahas apa itu positioning brand secara lebih dalam, elemen-elemen yang membentuknya, sampai cara membuat positioning statement yang efektif untuk bisnis.
Apa Itu Positioning Brand?
Positioning brand adalah strategi menempatkan sebuah merek di benak konsumen agar dianggap unik, relevan, dan berbeda dari kompetitor, dengan tujuan menjadi pilihan utama saat konsumen memikirkan kategori produk atau layanan tertentu. Berbeda dari positioning produk yang fokus pada satu produk spesifik, positioning brand mencakup keseluruhan identitas dan reputasi merek yang menaungi semua produk di dalamnya. Pembahasan lebih lengkap soal bedanya positioning brand dengan positioning produk dan market positioning bisa dilihat di apa itu positioning produk.
Secara sederhana, kalau positioning produk menjawab “kenapa harus pilih produk ini”, positioning brand menjawab pertanyaan yang lebih besar, yaitu “siapa kita sebagai merek dan apa yang kita perjuangkan” di mata konsumen.
Elemen Utama dalam Positioning Brand
Membangun positioning brand yang kuat membutuhkan beberapa elemen kunci yang saling terkait satu sama lain.
| Elemen | Penjelasan |
|---|---|
| Target audiens | Siapa konsumen ideal yang ingin dijangkau, termasuk kebutuhan, keinginan, dan preferensi mereka |
| Diferensiasi | Apa yang membuat merek berbeda dan unik dibanding kompetitor di kategori yang sama |
| Keunggulan kompetitif | Kekuatan atau nilai lebih yang dimiliki merek dan tidak mudah ditiru oleh pesaing |
| Pesan utama | Pesan singkat dan jelas yang ingin disampaikan merek kepada konsumennya secara konsisten |
Keempat elemen ini sebaiknya dirumuskan secara jelas sebelum merek mulai membangun materi komunikasi apa pun, supaya semua pesan yang disampaikan tetap selaras dan tidak membingungkan konsumen.
Cara Membuat Positioning Statement
Positioning statement adalah rumusan singkat yang merangkum arah positioning sebuah merek, biasanya digunakan secara internal sebagai panduan sebelum menyusun strategi komunikasi yang lebih luas. Berikut kerangka sederhana yang bisa digunakan untuk menyusunnya.
- Tentukan target pasar, jelaskan secara spesifik siapa audiens yang ingin dijangkau oleh merek
- Tentukan kategori pasar, jelaskan merek ini bergerak di kategori atau segmen bisnis seperti apa
- Rumuskan janji brand, jelaskan manfaat utama yang ditawarkan merek kepada target pasar tersebut
- Sertakan alasan untuk dipercaya, jelaskan bukti atau keunggulan konkret yang membuat konsumen yakin pada janji brand tersebut
- Gabungkan menjadi satu kalimat, dengan format kurang lebih seperti berikut: untuk (target pasar), (nama brand) adalah (kategori) yang memberikan (janji brand) karena hanya (nama brand) yang (alasan untuk dipercaya)
Rumusan ini nantinya menjadi acuan internal, bukan materi promosi yang langsung ditampilkan ke publik, sehingga bisa disusun secara lebih lugas dan jujur tentang posisi merek yang sebenarnya ingin dicapai.
Manfaat Positioning Brand bagi Bisnis
Membangun positioning brand yang jelas memberikan sejumlah manfaat penting bagi keberlangsungan bisnis jangka panjang.
- Memudahkan merek diingat, karena punya identitas dan pesan yang jelas di tengah banyaknya pilihan sejenis
- Membangun ikatan emosional dengan konsumen, sehingga hubungan yang terbentuk tidak hanya soal transaksi semata
- Memperkuat konsistensi komunikasi, di semua channel dan materi pemasaran yang digunakan
- Mendukung strategi harga yang lebih fleksibel, merek dengan positioning kuat cenderung lebih mudah mempertahankan harga premium
- Memudahkan penyusunan strategi pemasaran, karena semua keputusan komunikasi punya acuan yang jelas dan terarah
Kesalahan Umum dalam Membangun Positioning Brand
Beberapa kesalahan berikut sering membuat positioning brand gagal tersampaikan dengan efektif kepada konsumen.
- Elemen identitas yang tidak konsisten, misalnya logo, warna, dan pesan yang berubah-ubah di setiap channel, seperti yang dibahas juga di apa gunanya sebuah produk memiliki identitas
- Meniru positioning kompetitor, sehingga merek kehilangan keunikan dan sulit dibedakan dari pesaingnya
- Tidak relevan dengan kebutuhan target pasar, positioning yang bagus di atas kertas tapi tidak menjawab kebutuhan nyata konsumen
- Jarang dievaluasi ulang, padahal preferensi pasar dan lanskap kompetitor terus berubah dari waktu ke waktu
- Terlalu fokus pada fitur produk, padahal positioning brand seharusnya lebih luas dari sekadar spesifikasi teknis satu produk
Penutup
Positioning brand membantu sebuah merek membangun tempat yang jelas dan konsisten di benak konsumen, jauh melampaui sekadar produk yang ditawarkan. Dengan memahami elemen-elemen kuncinya, menyusun positioning statement yang jelas, dan menghindari kesalahan umum yang sering terjadi, bisnis punya fondasi yang lebih kuat untuk membangun merek yang diingat dan dipercaya dalam jangka panjang.
Referensi
- Komerce, Brand Positioning Adalah: Pengertian, Cara Membuat dan Contohnya
- Dealls, Apa Itu Brand Positioning? Strategi, Contoh, dan Cara Membuatnya
- United Creative, Apa Itu Positioning Brand dan Contohnya
- SAPX, Brand Positioning: Pengertian, Cara Menentukan, Manfaat dan Contoh
- Briefer, Apa Itu Brand Positioning? Definisi, Contoh, dan Cara Menentukan


